Melatih Kucing untuk Aktif melakukan berbagai Trik

  1. Pancing dengan makanan favoritnya. Melatih kucing sedikit berbeda dengan melatih anjing; untuk melatih kucing, Anda harus menghargai kemandiriannya dan punya alasan kuat agar ia menurut. Makanan kering kurang menggoda baginya, begitu juga pujian berlebihan – kucing tidak terlalu tertarik dengan pujian, tidak seperti anjing. Triknya adalah menggunakan hadiah berkualitas seperti catnip, potongan ayam segar, atau ikan tuna.


2. Pastikan kucing Anda tertarik.
 Sebelum mulai mengajarkan trik baru pada kucing, pastikan ia tahu bahwa Anda sedang mencoba mengajarkan sesuatu padanya.

  • Pegang camilan di depan hidung kucing sehingga ia mengerti bahwa ada hadiah yang mungkin menunggunya.
  • Gerakkan camilan di tangan Anda ke atas dan belakang kepalanya secara perlahan. Lanjutkan melakukan hal ini hingga kucing mendongakkan kepalanya dan duduk.
  • Puji kucing dan berikan camilan segera setelah ia menyelesaikan “trik” duduk.

3. Cobalah menggunakan clicker. Jika Anda tidak punya clicker, Anda bisa menggunakan bolpoin tekan untuk menciptakan suara yang serupa. Berikan camilan pada kucing setiap kali Anda menggunakan clicker, agar ia terbiasa menghubungkan suaranya dengan camilan. Lalu, gunakan clicker dan hadiah setiap kali kucing menguasai trik baru, seperti mengejar tongkat yang Anda lemparkan. Pada akhirnya, kucing akan merespons setiap kali Anda melempar tongkat dan mengklik clicker.

4. Pertahankan agar sesi bermain serta latihan tetap pendek. Ingat, kucing Anda akan menjadi lelah. Siapkan sesi bermain dan latihan sepanjang sekitar 15 menit, satu atau dua kali setiap hari.

5. Hargai kucing Anda. Sebagai pemilik kucing, Anda mungkin tahu kepribadian unik kucing Anda dan sifat mandirinya. Jangan pernah paksa kucing untuk melakukan trik yang tidak ingin ia lakukan. Beberapa kucing akan dengan senang hati belajar menggunakan toilet dan menyiramnya, atau bertengger di bahu Anda saat Anda berjalan berkeliling rumah, sementara lainnya tidak ingin diganggu atau disentuh. Pelajari cara hidup bersama kucing Anda agar kalian saling menguntungkan dalam hubungan yang dikembangkan secar khusus.

Sumber
https://id.wikihow.com/Melatih-Kucing

Tips Sederhana Merawat Kucing Kesayangan

Artikel ini ditujukan untuk para pecinta kucing. Walaupun kadang kucing menyebalkan, namun kucing mampu mengurangi stres loh!! Perawatan kucing emang terbilang mahal di perawatan-perawatan hewan, namun sekarang nggak usah khawatir karena perawatan kucing bisa dilakukan di rumah.

  1. Pahami kebutuhan dan asupan gizinya sejak dini.

Tahu tidak? Kalau anak kucing membutuhkan jumlah gizi dua kali lebih besar dibandingkan kucing dewasa? Namun bukan artinya harus diberi makan terus ya!

Biasanya anak kucing akan mulai belajar makan setelah umur 5-6 minggu meski masih menyusu pada induknya. Kamu bisa memberikan makanan secara rutin 4 kali setiap hari. Pastikan juga kamu memilih makanan kucing yang mengandung banyak vitamin dan nutrisi untuk kesehatan si kucing.

2. Jangan berikan makanan anjing ke kucing.

Hal ini terkadang dilakukan oleh kamu yang memang merawat kucing dan anjing. Biasanya karena alasan menghemat biaya, kamu hanya akan membeli makanan untuk satu jenis hewan saja.

Perlu kamu ketahui bahwa makanan anjing nggak memiliki kandungan taurin. Kandungan tersebut merupakan nutrisi yang dibutuhkan kucing untuk mencegah penyakit jantung dan penglihatan kabur.

3. Kucing adalah carnivora alami.

Berilah kucing makanan yang berasal dari daging hewan seperti ayam, sapi, atau ikan. Oleh karena itu, makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebaiknya dihindari. Karena makanan tersebut nggak mampu dicerna dengan baik oleh si kucing. Jangan lupa dimasak dulu ya!

Nggak sedikit loh, kucing malah diberikan makanan berupa sayuran dan nasi. Padahal hal ini akan membuat kotorannya lebih berbau dibanding kucing yang memakan daging.

4. Mandikan kucing secara teratur.

Merasa nggak nyaman dengan bulu kucing yang mulai berbau? Kamu bisa kok memandikannya sesekali. Saat memandikannya, sebaiknya kamu pilih air dingin. Karena air panas hanya akan merusak bulu dan menyebabkan iritasi kulit pada kucing. Jika kucingmu rewel, gunakan tisu basah. Agar lebih wangi, kamu bisa juga semprotkan parfum khusus kucing ke badannya untuk menghindari pertumbuhan kutu.

5. Sikat bulu kucing secara teratur.

Meski kucing merupakan hewan peliharaan yang cukup mandiri, nggak ada salahnya jika sesekali kamu memanjakannya. Kamu bisa memulainya dengan sering-sering menyikat bulunya dengan sisir khusus. Terlebih jika kucing yang kamu pelihara memiliki bulu yang tebal. Selain dapat membuat kucing merasa nyaman, hal ini juga bisa membantu menghilangkan rambut mati, kuman dan bakteri pada bulu kucing.

6. Ajak kucing jalan ke luar rumah.

Seperti halnya kamu, pasti bosan dong terus-terusan berada di rumah? Merawat kucing pun termasuk membawanya jalan-jalan dan hepi-hepi! Biar nggak cuma raga, tapi jiwanya juga senang.

Bila sulit ajak jalan-jalan, kamu tetap bisa menghiburnya kok. Belilah beberapa mainan kucing biar dia makin aktif dan lincah.

7. Ajarkan kebiasaan hidup sehari-hari.

Biasanya setelah berusia satu bulan, induk kucing akan membiarkan si anak kucing untuk membersihkan dirinya sendiri. Misalnya untuk buang kotoran dan pipis. Jika nggak diajarkan dengan benar, si kucing akan terbiasa untuk bersekresi dimana saja.

Untuk itu, sebaiknya sejak kecil, mulailah ajarkan kebiasaan baik pada si kucing. Kamu bisa menyediakan litter box untuk toiletnya. Sediakan juga tempat makan dan minum serta tempat tidur. Sehingga hidup si kucing lebih teratur sejak dini.

8. Bersikap tegas pada kebiasaan buruk kucing.

Nggak hanya manusia lho, yang tiba-tiba bisa berubah bad mood. Kucing juga merupakan hewan yang cukup moody. Nggak heran jika terkadang si kucing menggigit atau mencakar tangan kamu secara tiba-tiba.

Jika kamu menemukan hal tersebut, pastikan kamu bersikap tegas pada perilaku buruk yang ia tunjukkan. Misalnya dengan menyebutkan kata “Jangan!” kemudian mengusap kepalanya.

Jika dilakukan terus menerus saat si kucing berperilaku buruk, maka si kucing perlahan-lahan akan mengerti. Merawat kucing itu butuh kesabaran.

9. Merawat kesehatan dan kebersihan pada kucing.

Rajin-rajinlah membersihkan gigi, telinga, dan kuku kucing. Tempat-tempat inilah yang biasanya sangat rentan terhadap kuman dan bakteri. Selain itu, jika dibiarkan kotor, hal ini bisa menyebabkan infeksi dan penyakit pada kucing!

Selain membersihkan tubuhnya dari luar, sesekali berilah si kucing obat cacing secara rutin dalam 3 bulan sekali. Jangan lupa juga, berikan vaksin rabies setahun sekali.

Merawat kucing membutuhkan tanggung jawab yang besar dan nggak main-main. Selain dituntut untuk bisa memahami kebutuhannya, kamu juga harus siap untuk direpotkan kapan saja.

sumber:
https://www.blibli.com/friends/blog/merawat-kucing-tips/